Sabtu, 16 Juni 2012

Penyanyi yang wajib masuk Idol 2013

Aku nemu video ini pas iseng nyari tentang dangdut di Jepang (hehehehe cuma penasaran apakah Keong Racun mampu meracun Jepang ato tidak hehehe). Judulnya penyanyi bersuara bagus di metromini S72. Sumpah, bagus banget kayak penyanyi beneran, meskipun cuman jadi pengamen... Btw nyanyiin lagunya Janji Manismu ama Bintang Kehidupan.


YUI - Good-bye Days

Aku tahu ini lagu lama, tapi aku minta lagu ini dari temenku dan aku langsung suka sejak intronya mulai. Sebenernya aku kenal YUI dari anime (lagi2), terutama FMA dan Bleach, tp lagu satu ini kyknya gak jadi soundtrack musik apapun deh, dan lagu ini salah satu yg terbaik dari lagu YUI.


Lirik:

Dakara ima ai ni yuku 
So kimetanda 
Poketto no kono kyoku wo kimi ni kikasetai
 
Sotto boryu-mu wo agete 

Tashikamete mitayo
 
Oh Good-bye Days  

Ima, kawaru ki ga suru 
Kinou made ni So Long 
Kakko yokunai 
Yasashisa ga soba ni aru kara 
La la la la love with you
 
Katahou no earphone wo 

Kimi ni watasu  
Yukkuri to nagare komu  
Kono shunkan
 
Umaku aisete imasu ka? 

Tama ni mayou kedo  

[ From: http://www.metrolyrics.com/goodbye-days-lyrics-yui.html ]
 
Oh Good-bye Days 

Ima, kawari hajimeta 
Mune no oku All Right  
Kakko yokunai
Yasashisa ga soba ni aru kara 
La la la la love with you
 
Dekireba kanashii 

Omoi nante shitaku nai 
Demo yattekuru deshou, oh  
Sono toki egao de 
"Yeah, Hello My Friend" nante sa
 Ieta nara ii noni
 
Onaji uta wo

Kuchizusamu toki 
Soba ni ite I Wish  
Kakko yokunai  
Yasashisa ni aeta yokatta yo  
La la la la good-bye days

Jumat, 11 Mei 2012

Sahabat Kecil - Ipang


Kemarin aku dengerin lagu-lagu OST Laskar Pelangi dan aku jatuh cinta dengan lagu ini. Yang nyanyi ngesoul banget, ditambah lirik yang mantap. Lagu ini benar-benar sangat menginspirasiku. Enjoy!

Selasa, 27 Maret 2012

A Piece of Happiness - Debriefing

Hohohohoho... sekarang ada tokoh baru. Silahkan tebak sendiri.

Tokoh: Kurosaki Isshin, Urahara Kisuke, Shihouin Yoruichi,....

Genre: Drama, Friendships

>>>>>>>>>>


Chapter 3

“Apa Anda pikir ini yang terbaik?”

Tessai bertanya kepada tuannya dengan cemas, tangannya terus memainkan jarinya di depan dengan gaya bersedekap tanpa sadar. Sementara yang ditanya, duduk dengan posisi seiza sama dengan Tessai, sibuk mengipasi dirinya dengan kipas lipatnya.

“Terbaik yang kamu maksud itu apa?” tanya Urahara sambil menyembunyikan wajahnya yang sudah misterius dengan kipas.

“Anda tahu sendiri, dia bukan jiwa biasa,” jawab Tessai pendek, “dan dia datang ke sini dengan reiryoku yang tidak biasa, lalu…”

Urahara mengangkat tangannya, memotong perkataan Tessai, “Tessai-san, kawanku, aku percaya dengan kemampuannya untuk menjaga diri. Kamu tahu, kan, kalau aku bilang dia bisa jaga diri, berarti dia memang bisa.”

“Tapi—“

“Sudah cukup dia menderita, biarkan dia mencoba untuk bersosialisasi, dia butuh teman.”

Tessai pun mendesah, tahu bahwa dia tidak akan memenangkan argumen ini, lagi pula memang benar dia butuh teman. Sudah lama sekali sejak kawannya itu bertemu dengannya. Sejauh pengamatannya, dia memang kesepian.

Tidak terlalu kesepian sebenarnya.

Terkadang, dia sering bertandang ke Urahara Shop. Menurutnya, Urahara dan Yoruichi memang menyukainya. Mereka selalu terlihat santai jika mengobrol dengannya, dan Yoruichi pernah mengatakan bahwa reiatsu miliknya terasa hangat dan terang, membuat siapapun yang berada di dekatnya merasa nyaman bahkan oleh orang yang paling sulit menyesuaikan diri dengan orang lain.

Jarang sekali ada orang yang terlahir dengan kemampuan seperi itu.

Tetapi, tetap saja…

Sementara itu, Kurosaki Isshin sedang mengikuti langkah kecil Shihouin Yoruichi menuju kamar 13. Sambil berjalan, shinigami itu mengamati lingkungan sekitarnya. Sama seperti tampilan luarnya, sama-sama polos, namun lebih terawat dengan cat biru muda mewarnai seluruh dinding. Berderet-deret pintu berjejer rapi dengan nomor pintu yang urut. Ganjil di kanan, genap di kiri.

Monoton banget.

Karena di lantai satu hanya ada pintu nomor 1 sampai 10, mereka harus menaiki tangga di ujung deretan pintu menuju lantai dua. Saat Isshin menapaki anak tangga yang pertama, tiba-tiba ia merasa ditekan dari segala penjuru. Tubuhnya mulai mengeluarkan keringat dingin, kepalanya mulai pening, dan perasaan yang paling menonjol adalah tubuhnya seakan-akan remuk dalam sekejap.

Perasaan itu hanya berlangsung sesaat karena sama seperti datangnya, perasaan tidak enak itu hilang seketika.

Kebingungan, Isshin pun menoleh ke kanan dan kiri. Tangan kanannya secara insting memegang tengkuk lehernya, mencoba memahami kejadian yang barusan dialaminya, lalu ia menyampaikan kesimpulannya pada Yoruichi yang berhenti di depannya.

“Penghalang dari Kido, ya?” tebak Isshin.

Kucing hitam itu mengangguk, “Semacam itu, dia memasang penghalang untuk menghalang siapapun yang memiliki reiatsu untuk memasuki kediamannya. Hanya aku, Kisuke, dan orang-orang sekitar Kisuke yang bisa membongkar Kido ini. Penghalang ini penemuannya.”

Tebakan pertama berarti benar. Siapapun yang akan dia kunjungi pasti orang yang tertutup, cerdas dan parnoan. Pasti akan menjadi kunjungan yang membosankan. Pikiran itu mendadak menurunkan semangatnya sendiri.

Yoruichi tiba-tiba memanggil, “Isshin?”

Yang dipanggil menanggapi, “Apa?”

“Dia agak misterius.”

“Dia siapa?”

Dia.”

Pantesan.

“Oh, ya,” Isshin teringat, “katanya dia tidak suka kalau ada shinigami bertarung di sini, ya?”

“Memang, dia nggak suka identitasnya terungkap.”

Orang ini meskipun misterius, pasti orang yang menarik.

Minimal, shinigami ini udah tahu sedikit tentang dia. Misterius dan cerdas. Mirip Urahara.

Tanpa sadar, mereka sudah tiba di depan pintu nomor 13. Tanpa peringatan, Yoruichi langsung berteriak.

“Oi, ini aku. Bukakan pintu ini!”

Dengan pintu terbuka,  yang diteriakin menjawab sama kasarnya, “Hei, hei, aku ini bukan pembantumu, om—“

Ketika penghuni apartemen  nomor 13 dan Isshin saling menatap satu sama lain, Yoruichi terpaksa menyadari bahwa mereka berdua akan sulit sekali disatukan.

<<<<<<<<<<

Senin, 26 Maret 2012

Silver Spoon - Arakawa's Next Project

Hehehehe, selain suka Bleach, Nodame Cantabile, Honey and Clover, aku juga suka Fullmetal Alchemist karya Arakawa Hiromu. Nah, karena FMA udah complete statusnya, Arakawa-sensei menelurkan kembali komik serialnya berjudul Silver Spoon (Gin no Saji). Berbeda banget ama FMA yang fantasinya ampun-ampunan, Silver Spoon menawarkan kisah sehari-sehari soal cowok yang nggak punya mimpi, yang masuk ke sebuah sekolah semacam SMK bagian pertanian.

Membandingkan FMA dan Silver Spoon, SS (aku singkat aja) lebih simpel, gak ada acara tonjok-tonjokan ala manga action, gak ada interaksi yang berlebihan banget, singkatnya, ini adalah cerita normal. Tapi, yang paaaaaling aku suka dari karyanya Arakawa-sensei adalah komedinya.

Ya, melanjutkan dari FMA, komedinya Arakawa sepertinya tambah bikin ngakak. Mungkin karena ceritanya lebih masuk akal daripada karyanya yang sebelumnya. Hehehe, tokoh protagonisnya, Hachiken, sumpah bikin ngakak, lebih dari Edward malah!!!

Pokoknya, aku rekomendasikan komik ini, untuk yang tertarik dengan cerita tentang pertanian.

Ini contoh gambarnya:



Pokoknya, siapa yang suka karyanya Arakawa-sensei, ato pengen cari cerita komedi bikin perut mules, Silver Spoon wajib dibaca!

Kamis, 22 Maret 2012

Aku Bingung...

Ini aku sibuk ngutek-ngutek blog, aku jadi bingung nih. Keknya tiap diutek-utek jadi tambah jelek gitu. Arrgh bingung

Selasa, 20 Maret 2012

Di Tengah Parfum Keringat

Aku teringat tugasku

Aku teringat suratku

Kacamataku yang patah

Hape yang jatuh

Perutku mendadak diare

Di mana, di mana, di mana

Kutunggu dirimu

Sahabat sejati

>>>>>>>>>>
Ngaco abizz :)